Sejarah
Sejarah
Perjuangan Membuka Sekolah
Sejak Bapak Suparso memutuskan untuk mengundurkan diri dari SMK 11 Maret, Bapak Suparso mulai ke sana ke mari mencari gedung untuk disewa hingga berbulan- bulan sampai beliau lelah. Suatu hari ketika Pak Suparso menjalankan ibadah solat wajib di Masjid Al-Jihad seperti biasa selesai solat beliau tidak langsung pulang, beliau berbincang-bincang terlebih dahulu dengan jamaah. Namun saat itu perbincangan berbeda, beliau dihampiri oleh Pak Imam Suhadi sesama jamaah masjid tersebut. Pak Imam Suhadi menawarkan gedung SMP AL-HAKIM Tambun Selatan Perum Mahkota Indah untuk disewa, kelelahan Pak Suparso untuk mencari gedung akhirnya mulai terjawab.
Keesokan harinya Pak Suparso survei ke lokasi SMPAL HAKIM Tambun Selatan Perum Mahkota Indah. Kondis gedung saat itu sangat memprihatinkan karena sekolah dekat dengan kali yang sering kali menimbulkan polusi udara. Gedung tersebut hanya terdiri dari 4 lokal dilengkapi ruang guru dengan kondisi yang memprihatinkan. Sehubungan dengan pertimbangan dana dan waktu yang sangat mendesak maka pilihan jatuh kepada gedung tersebut, beliau pun menandatangani surat kesepakatan sewa gedung. Pak Suparso segera melakukan langkah-langkah persiapan untuk membuka SMK 10 NOVEMBER.
Pak Sigit saat itu masih sibuk di SMK Sebelas Maret kemudian beliau mengajak Ir. Bambang Pariyanto rekan kerja beliau saat di SMK Patriot sekaligus sebagai tetangga beliau, mulai dari mengecat ruang kelas dengan warna putih kemudian membuat taman-taman sekolah di setiap depan ruang kelas. Sekolah sudah tampak lebih bersih dan indah, dengan demikian gedung siap memfasilitasi meski masih jauh dari kata sempurna. Awalnya jumlah siswa 93 orang, siswa berasal dari lingkungan dekat maupun agak jauh. Tidak sulit bagi beliau untuk merekrut siswa karena beliau sudah eksis di dunia pendidikan sejak lama. Pagi digunakan untuk siswa SD dan SMP Al-Hakim, siang siswa SMK 10 NOVEMBER.
Jumlah guru ada delapan orang, ditambah satu orang. bendahara merangkap TU direkrut dari teman-teman guru negeri maupun teman guru dari sekolah swasta. Guru yang menjadi fasilitator siap mengarahkan dan mendidik siswa yang menjadi sasaran pendidikan, sementara siswa pun siap menerima pengarahan dan ilmu dari sang guru. Karyawan yang menjadi team pelengkap pun tak kalah siap. Hal tersebut membuat Bapak Suparso segera melanjutkan sepak terjangnya dalam mengelola sekolah dengan penuh semangat. Keberhasilan tidak akan dapat diraih jika bukan karena team yang solid dan izin Allah SWT. Berikut ini adalah uraian mengenai struktur organisasi SMK 10 NOVEMBER pertama kali berdiri.
Pertama kali SMK 10 NOVEMBER dibuka tahun 2007 jabatan kepala sekolah diamanahkan kepada Ibu Hj. Epong Sri Mayasari, S.Pd. Bapak Suparso sendiri menjabat sebagai pembina Yayasan Lima November. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum dijabat oleh Ir. Bambang Pariyanto, beliau hanya menjabat satu tahun kemudian digantikan oleh Pak Sigit Priyantoro, S.Pd. Pak Sigit Priyantoro, S.Pd. mengawali karier di SMK 10 NOVEMBER sebagai guru menggantikan Pak Agung, S.Kom. Sementara Pak Holik Basori Mawadania, S.E. yang mengampu mata pelajaran komputer pada tahun kedua. menjabat sebagai Wakasek Hubin. Kesiswaan Pertama kali dijabat oleh Pak Ali, S.Ag. selama satu semester, Pak Ali, S.Ag. pindah mengajar. Pada semester kedua Pak Ali, S.Ag digantikan Pak Soni, selama satu semester.
Tahun 2009 Pak Soni diangkat menjadi PNS Satpol PP kemudian digantikan Pak Rohman, S.Pd. yang sebelumnya mengampu Ekskul Paskibra. Selain berkat kerjasama yang solid antara manajemen, staf, guru, dan karyawan tak lupa SMK 10 NOVEMBER juga tetap menjalin silaturahmi dengan pimpinan sekolah- sekolah tingkat pertama (SLTP) yang ada di sekitar SMK 10 NOVEMBER disertai terus mengadakan evaluasi. Dengan demikian diharapkan SMK 10 NOVEMBER dapat terus berkembang dan maju. Dua tahun lamanya SMK 10 NOVEMBER beroperasi di gedung Al-Hakim, tepatnya dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009. Letak yang kurang strategis karena jalan masuk melalui gang perumahan, selain itu berdiri SMK swasta yang letaknya lebih strategis disekitar SMK 10 NOVEMBER. Kedua hal ini berimbas pada semakin menurunnya jumlah siswa yang masuk ke SMK 10 NOVEMBER. Tahun pelajaran 2006/2007 sebanyak 93 orang siswa, 2007/2008 menurun menjadi 70 orang siswa, dan puncak menurunnya jumlah siswa yang masuk yaitu Tahun Pelajaran 2008/2009 hanya 43 orang siswa.
Berdasarkan hal tersebut Tahun Pelajaran 2009/2010 SMK 10 NOVEMBER pindah ke daerah Perumahan Yapemas Tambun Selatan dengan motivasi agar SMK 10 NOVEMBER dapat berkembang dan maju. Sejak itu SMK 10 NOVEMBER ini dikenal dengan nama SMK 10 NOVEMBER Tambun, tepatnya Tambun Selatan. Saat itu SMK 10 NOVEMBER mengalami lonjakan jumlah siswa. Tahun Pelajaran 2009/2010 mencapai 240 siswa, 2010/2011 makin bertambah yaitu 321 orang siswa, dst.